About Me

SPADA!

Nama saya Regy Kurniawan. Marga saya Mamonto. Ada yang bilang saya suka bawa sial kalo lagi traveling. Istilahnya, “Travel Jinx.” Belum terbukti 100% valid sih, mungkin juga cuma kebetulan. Kalo pun benar, yaa paling drama-drama minor kayak kaca pesawat retak atau pintu darurat kebuka dikit di udara. Jinx levelnya masih beginner.

Saya bekerja sebagai Environmental Monitoring Specialist di tambang nikel daerah Maluku Utara. Setiap dua bulan sekali saya mendapat jatah cuti dua minggu. Saat cuti adalah saat saya jalan-jalan atau diving sepuasnya, lalu kembali bekerja dalam keadaan kere. Kerja, nabung, jalan-jalan. Sungguh sebuah lingkaran setan yang biadab.

Kalo ditanya, “Aslinya mana Reg?”saya biasanya menjawab: “Manado.” Padahal gak juga. Orang Manado itu kulitnya putih mulus, rambutnya lurus kemerahan, dan matanya agak-agak coklat. Makanya setiap kali saya mengatakan bahwa saya dari Manado, biasanya yang nanya malah mengeluarkan pertanyaan susulan:

“Kok item? Kok gak mirip orang Manado? Kok rambutnya keriting? Kok jelek?” *cry*

Ayah saya dari Bolaang Mongondow, ibu saya dari Minahasa. “Rumah” saya banyak. Saya lahir di Tahuna, melewati masa kecil di Gorontalo, berkembang menjadi remaja tegap hingga lulus SMA di Manado, lanjut kuliah di Jogja, lalu kerja kesana kemari. Saya suka ngaku kalo saya orang Manado biar gampang, karena Bolaang Mongondow agak susah jelasinnya.

“Asli Manado?”
“Bukan sih, aslinya Bolaang Mongondow.”
“Bolaang Mongondow! Di mana tuh?”
“Dari Manado kira-kira 200 km, 3 jam naik mobil.”
“Ooo… Minahasa ya?”
“Bukan, Bolaang Mongondow ya Bolaang Mongondow, Minahasa itu kabupaten lain.”
“Deket Tahuna?”
“Yee Tahuna mah di seberang laut sana, jauh banget.”
“Yang ke arah Gorontalo?”
“Nah iya, deket situ.”
“Jauh dari Gorontalo?”
“300 km lebih.”
“Wah malah lebih jauh dibanding ke Manado ya.”
“Iya.”
“Dari Tondano deket?”
“AAAAAARRRKKK!!!” *Bunuh diri.*

Tapi menjawab Manado tidak serta merta menyelesaikan basa-basi mengenai asal-usul kita.

“Manado-nya dimana?”
“Deket bandara, 10 menit doang.”
“Wah enak dong, turun pesawat tinggal jalan sampe rumah.”
“Gak jalan juga sih, naik ojek cuma 10 ribu.”
“Saya punya sodara tuh, tinggal deket bandara juga.”
“Ooh hehe..” ~> Jawaban basa-basi. Sayang, yang nanya suka gak ngeh.
“Iya rumahnya dekat bandara juga, di kompleks Brimob. Tau kan?”
“Iya tau kompleks Brimob.” Padahal gak tau.
“BERARTI PASTI KENAL SODARA SAYA DONG?”
“Err…”
“NAMANYA CHRIS, CHRIS POLUAKAN! KENAL??”
“CHRIS?”
“IYA CHRIS, BIASANYA CUMA DIPANGGIL IS!”
“CHRIS POLUAKAN?”
“IYA IYA! KENAL???”
“Gak.”

Biasanya saya tidak ditegur lagi setelah itu.

Beberapa teman saya yang penggemar bola Indonesia memang tahu Bolaang Mongondow berkat klub sepakbolanya. Tapi itu bukan karena prestasinya, melainkan karena namanya: PERSIBOM. Mereka suka menyebut kata “PERSIBOM” diikuti dengan tawa ngenyek. “Klub bola kok jenenge PERSIBOM hahaha..”

*****

Blog ini berisi cerita-cerita ringan tentang traveling dan sedikit tentang fotografi juga. Untuk cerita di luar traveling saya punya blog lain. Cerita fiksi yang gak senonoh juga ada di blog tersendiri. Dan untuk cerita inspiratif, ada blognya Pak Mario Teguh. Entah kenapa dia menggunakan nama redmario…

Oya, kontak saya di regy@yahoo.com, siapa tau mau nawarin kerjaan atau ngajak jalan-jalan ke Namibia.

Cheers!

Advertisements

18 thoughts on “About Me

  1. Hi Regy. Salam kenal ya. haha. i like the way you write your blog. Gokil! hehe. ini lagi iseng2 cari rental mobil murah di bali tau2 masuk blog mu ya udah baca2 deh, haha.. Kapan2 lah kita ke Namibia bareng yah. Hihi

    Like

  2. halo kak, salam kenal .. saya Tiwi dari Ternate, tanya aja org environya pasti kenal :p.. iseng2 browsing traveling, eh.. masuk halaman kakak :p. minjo torang ka Namibia.. haha..

    Like

  3. Regy, tulisan elo ok banget Bro!!!
    Semoga semakin berkarya ya,
    O ya Bro, kalau jalan2 sekalian juga dong bahas info mengenai kondisi ekonomi setempat, siapa tau tulisan elo bisa jadi referensi buat para relawan2…
    gw juga suka jalan2 Bro, cuma akhir2 ini gw pengen traveling yg lebih berguna juga buat masyarakat sekitar yg fasilitasnya kurang atau kurang air bersihnya…masih ide siy, belum terwujud, karena masalah gw adalah suka travelling yg nyaman, jadinya gw jarang ketemu daerah2 yg fasilitas airnya kurang…
    Ok deh! Nice blog brother!

    Like

      • No, I mean your writings already very good! lucu dan orang2 banyak yg suka dengan tulisan elo, jadi jangan diubah, keep that way, cuma disela2 paragraph elo tambahin aja info kondisi masyarakat setempat seperti kekurangan fasilitas/infrastructure yg ada, jadi bagi para traveller bisa mempersiapkan apa yg dibutuhkan buat ke sana termasuk persiapan mental. Gw suka tulisan elo ttg WC cubluk di G. kidul, asliii bagus banget seolah2 kita berada di WC cubluk itu juga..wkwkwkw
        Waktu gw ke Raja Ampat, di wilayah Sepele island gw n temen2 tours sempet mampir sebentar main2 dg anak2 kecil setempat, ternyata sekolah mereka kurang layak, hanya terdiri dr 2 atau bbrp kelas dan gurunya jg cuma datang sekali dalam bbrp minggu krn jauh dari kabupaten lain, nah untungnya kita persiapan bawa buku2 bacaan anak dan snacks/coklat/permen buat dibagikan ke mereka..jadinya tambah seru deh selain jalan2 bs sharing juga :D
        Tapi gw blm baca tulisan2 elo semua siy, mungkin nanti klo mau ke suatu daerah gw coba2 cari referensi dr baca tulisan2 elo ya…thanks Regy!
        Cheers!

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s