Solo Trekking Annapurna Base Camp Part 2

(Part 1 klik di sini)

Di bagian kedua tulisan tentang trekking ABC ini, saya akan share detail perjalanan dari hari pertama trekking hingga kembali ke Pokhara. Jalur trekking saya adalah jalur langsung ke Annapurna Basecamp, jadi gak muter lewat Poon Hill tapi langsung start jalan dari Siwai. Rute ini cuma butuh 7 hari perjalanan santai : 4 hari naik dan 3 hari turun, cocok bagi yang waktu cutinya singkat atau yang terlalu lazy untuk mengambil jalan memutar seperti saya.

Rute saya saat trekking November 2017 lalu adalah Siwai – Kyumi – New Bridge – Jhinu Danda – Chomrong – Sinuwa – Bamboo – Dovan – Himalaya – Deurali – MBC – ABC.

Trekking Day 1 : Pokhara to Chomrong (2.300 mdpl)
Dari Pokhara ada dua cara untuk menuju ke Nayapul atau desa yang menjadi titik awal trekking. Yang pertama adalah naik bus dari terminal Baglung. Untuk ke terminal Baglung, naik taksi dulu dari Lakeside seharga Rs 400 (Rp 52.000). Sampe sana cari aja bus yang lagi ngetem deket jalan trus tanya, karena trayeknya bukan ditulis dengan huruf latin jadi mau gak mau harus dipastiin dulu beneran ke Nayapul atau nggak. Kalo kamu sendirian, naik bus saja karena murah, cuma Rs 250 (Rp 32.500), tapi kalo rame-rame mending patungan pake taksi biar gak perlu nunggu busnya ngetem dan lebih nyaman di perjalanan.

Ongkos taksi dari Pokhara ke Nayapul akan dibuka dengan harga Rs 4.000 (Rp 520.000) sama kang taksinya. Biasanya harga ini bisa dinego sampe Rs 2.500 (Rp 325.000). Menurut saya harga segitu masih masuk akal karena perjalanannya juga lumayan jauh, kurang lebih 1,5 jam.

Tiba di Nayapul, kita bisa langsung start jalan kaki atau lanjut pake Jeep ke Siwai, desa terakhir yang bisa dicapai mobil. Harga carter Jeep dari Nayapul ke Siwai Rs 2.000 (Rp 260.000) tapi bisa ditawar sampe Rs 1.500 (Rp 195.000). Ke Siwai naik Jeep cuma sejam, kalo jalan kaki bisa lebih dari 3,5 jam. Di perjalanan menuju Siwai kamu akan melewati dua check point di Birethanti, yang pertama untuk check TIMS, yang kedua untuk check ACAP.

Nah, kalo pengen lebih praktis, cari taksi yang mau ngantar dari Lakeside sampe ke Siwai. Saya keluar dari hotel kesiangan karena sudah jam 9, maka saya coba nyari taksi yang mau ngantar langsung ke Siwai. Mereka akan buka harga di Rs 5.000 (Rp 650.000), langsung saya tawar ke Rs 3.000 dan akhirnya sepakat di Rs 3.500 (455.000). Banyak taksi di area Lakeside, jadi jangan kuatir kalo gak langsung nemu taksi yang mau dengan harga segitu. Mungkin kalo kemampuan tawar-menawar kamu lebih jago, bisa dapet Rs 3.000 (Rp 390.000) untuk Pokhara ke Siwai.

Taksi langsung ke Siwai. Kecil mungil.

Siwai, titik awal trekking saya kemarin. Tempat jeep, taksi, dan bus berhenti. Loh kok ada bus? Kampret.

Check point TIMS di Birethanti

Check point ACAP di Birethanti

Di Indonesia kita mengenal istilah “pos” pada rute pendakian. Di jalur trekking ABC, pos ini bentuknya adalah tea house yang merangkap juga sebagai penginapan. Menu makanan di tea house ini macam-macam, mulai dari makanan lokal hingga internasional. Kalo harga penginapan untuk satu orang per malam cuma Rs 200 (Rp 26.000, iya murah banget!), harga makanannya justru yang mahal. Sekali makan bisa sampe 50 ribu rupiah, dan harga makanan atau minuman ini makin ke atas makin mahal. Satu porsi nasi goreng telor di Kyumi cuma 20an ribu rupiah, di ABC jadi 50 ribu. Ini karena bahan-bahan makanan dan gas yang dibutuhkan untuk masak harus diangkut pake porter, jadi wajar kalo harganya memang mengikuti elevasi.

Menu khas di Nepal adalah Dal Bhat, yang terdiri dari nasi, kari vegetarian, sup bawang + kacang merah, acar, dan kerupuk. Semua bagian dari Dal Bhat ini bisa nambah gratis, jadi boleh makan sekenyang mungkin. Pokoknya begitu nasi atau kari atau supnya tinggal dikit, pelayannya bakal nyamperin dan nanya, “you want some more?” Saya selalu menjawab iya dengan senyum lebar. Enak kok. Kecuali satu, si acar. Rasanya aneh dan getir, benar-benar ditolak lidah.

Dal Bhat sangat terkenal, bahkan punya slogannya sendiri : “DAL BHAT POWER, 24 HOUR!” Slogan ini muncul di berbagai souvenir Nepal, mulai dari kaos, sweater, stiker, kupluk, syal, hingga grafiti! Kuat betul brandingnya. Awalnya saya kira ini merk obat kuat, gak taunya makanan…

Dal Bhat dan black tea, duet maut andalan saya. Acarnya yang warna merah itu. Rasanya sangat antah-berantah, entah gimana ngejelasinnya..

Semua makanan di jalur trekking ABC porsinya kayak gini. Porsi ngamuk

Trekking dimulai dari Siwai. Pemandangan dari awal trekking sudah luar biasa, dan saya jadi banyak berhenti untuk sekedar duduk lalu melamun. Gak perlu takut nyasar karena petunjuk jalannya jelas. Kalo ketemu persimpangan dan ragu-ragu, nunggu aja 10 menitan pasti bakal ada orang yang lewat. Setelah melewati Kyumi dan New Bridge, kita bisa mampir Jhinu Danda untuk makan siang.

View di rute Siwai menuju Kyumi

Tea house di Kyumi

Sungai Modi atau Modi Khola, sungai glacier yang mengalir langsung dari ABC. Jalur trekking pada dasarnya mengikuti sisi kiri sungai ini

Tea house dan penginapan di Jhinu Danda

Dari Jhinu ke Chomrong sudah tidak terlalu jauh, hanya 1,5 jam naik tangga batu non-stop. Menguras tenaga, tapi begitu nyampe Chomrong kita akan langsung segar lagi karena disambut pemandangan luar biasa dan suasana desa yang sangat menyenangkan.

Chomrong adalah desa terbesar di jalur trekking ABC. Semua rute trekking akan menyatu di sini baik yang dari jalur Poonhill, Landruk, atau dari Bekasi. Makanya di Chomrong guest housenya banyak banget, 15 guest house, tinggal milih mau nginep di mana. Oya, ada DUA RIBU anak tangga tanpa bonus di Chomrong. Waktu ke arah ABC sih enak, turun terus. Bayangkan pas balik…

Jalur trekking dari Jhinu ke Chomrong

Salah satu penginapan di Chomrong

Desa yang paling menyenangkan yang pernah saya datangi selama ini

Si dua ribu anak tangga!

Di Chomrong ada satu pos pemeriksaan TIMS dan ACAP lagi, dan seperti pos-pos sebelumnya, kamu akan ditanya dari mana dan akan menginap di mana hari ini.

Kenapa kita tidak butuh membawa sleeping bag? Karena selain berat, setiap guest house juga menyediakan selimut tebal untuk tamunya. Kalo di kamar gak ada selimutnya, minta aja sama orang guest housenya. Gratis.

***

Trekking Day 2 : Chomrong to Dovan (2.600 mdpl)

Rute ke Dovan akan melewati Lower Sinuwa, Upper Sinuwa, dan Bamboo. Setelah menuruni dua ribu anak tangga di Chomrong dan menyeberangi sungai Chomro (Chomro Khola), tanjakan dimulai lagi menuju Sinuwa. Sinuwa ini terbagi dua, ada Lower Sinuwa dan Upper Sinuwa. Jadi jangan lega dulu kalo udah ketemu papan bertuliskan Sinuwa, karena perjuangan baru akan selesai setelah melewati Upper Sinuwa.

Dari Sinuwa kamu akan nanjak lagi, terus menuruni ratusan anak tangga yang panjang untuk tiba di Bamboo. Lepas dari Bamboo jalurnya agak lebih santai. Bamboo juga batas terakhir untuk hewan (keledai dan yak), jadi setelah Bamboo jalur trekking akan bersih dari kotoran hewan dan nafas lega karena tidak ada lagi bau tokai keledai.

Menurut saya, jalur Bamboo ke Dovan ini yang paling enak. Masih nanjak sih tapi banyak bonusnya dan jaraknya gak begitu jauh. Hutannya agak rapat, dan seperti namanya, didominasi oleh bambu di kiri kanan jalan.

Bamboo!

Kanan kiri banyak bambunya

Salah satu guest house di Dovan. Suasananya enak banget buat ngeteh sore-sore sambil nguping

***

Trekking Day 3 : Dovan to Deurali (3.200 mdpl)

Di hari ketiga saya start semakin telat. Kalo kemarinnya jam 8.30 saya sudah mulai jalan, saat di Dovan saya start jam 9.30 karena keenakan tidur. Dari Dovan ke Deurali akan penuh tanjakan lagi, tapi pemandangan semakin spektakuler.

Target saya dari Dovan hanya sampai Deurali demi menghindari AMS. Waktu tempuhnya hanya 2,5 – 3 jam, setelah itu bisa nyantai-nyantai sambil ngeteh nontonin orang lewat.

Potensi AMS mulai muncul setelah 2.500 mdpl dan biasanya akan terasa setelah 3.000 mdpl. Gejala awalnya adalah sakit kepala, mual, dan susah tidur. Perbanyak minum sekalipun gak haus minimal 3 liter dalam sehari, jalan pelan-pelan tapi konstan, dan makan coklat. Kenapa coklat? Ya karena enak aja sih..

Map Dovan ke ABC

***

Trekking Day 4 : Deurali to ABC (4.130 mdpl)

Di Deurali saya agak susah tidur sekalipun tubuh berasa sangat lelah. Nafas mulai pendek, dan alkohol tidak akan membantu. Saya hanya bisa tidur 4 jam, selebihnya muter-muter gak jelas di kasur.

Seorang trekker dari Jepang sempat menghampiri saya dan dengan ramah menawarkan KOPI yang tentu saja saya tolak. Mulut saya berkata “arigatou,” tapi hati saya berkata “omae wa mou shindeiru…”

Dari Deurali ke ABC bisa ditempuh dengan santai. Kalo jalan non-stop cuma 4 jam, jadi kamu bisa mulai jalan agak siangan. Karena ketinggiannya sudah di atas 3.500 mdpl, ada baiknya porsi jam tidur kita tambah. Hidup tidur!

Deurali ke ABC adalah trek terbaik menurut saya. Pemandangan sepanjang perjalanannya yang terbaik. Dalam 2 jam kamu akan tiba di MBC, makan siang, lalu lanjut ke ABC. Tanjakan di trek Deurali ke MBC sudah agak berkurang, dan dari MBC ke ABC cenderung datar dengan waktu tempuh 2 jam juga.

Dan akhirnya setelah 4 hari perjalanan…

 

NAMASTE!

Di ABC ada 4 guest house, dan semua guest house di ABC listriknya dari solar cell. Yang suka bermasalah adalah wifinya. Wifi di ABC tarifnya Rs 300 unlimited sih, tapi suka mati. Gak usah internetan dulu, mending main salju dan foto-foto sepuasnya. Lagi pula, ada masalah yang lebih besar yang perlu dipikirkan selain internet:

Toilet.

Air di bak mandi, ember, kloset, semuanya membeku. Setelah pup dan cebok, pantat kayak abis disuntik kram. Ikut beku.

Tips: Untuk menjaga baterai kamera dan powerbank agar tidak ngedrop gara-gara dingin, usahakan selalu dihangatkan. Kalo mau tidur didekap di dada, kalo lagi jalan ya disimpen lah, masak dijepit di ketek.

 

ANNAPURNA BASE CAMP WOOHOO!

Night at Annapurna Base Camp. Hati saya hampir beku demi mengambil foto ini

Sunrise over Annapurna

Annapurna Base Camp

Prayer flags. Membawa doa dan harapan kita saat bendera-bendera ini ditiup angin. Saya menggantungkan beberapa bendera saya dengan beberapa doa dan harapan juga. Dan kayaknya bener-bener dibawa angin jauh banget… Huft

Di depan puncak tertinggi Annapurna, puncak 8.000 mdpl yang paling berbahaya di dunia

***

Trekking Day 5 : ABC to Dovan

Saran saya, turunlah setelah makan siang kira-kira jam 11. Puas-puasin foto dulu di ABC, explore area basecampnya sejauh kamu bisa. Waktu yang pas untuk foto-foto di sini dimulai dari jam 6 pagi saat sunrise hingga jam 10 saat matahari sudah menyinari seluruh area basecamp. Area foto-foto di ABC ramenya mulai dari jam 6 pagi sampe jam 8 doang, setelah itu orang-orang pada sarapan dan sebagian sudah mulai turun.

Dari ABC ke Dovan butuh 6 jam saja. Kalo gak kekejar Dovan, nginep di Himalaya juga oke.

Dorm room di Himalaya, per orang per malam 25 ribu rupiah. Kalo lagi sepi, biasanya kita dikasih satu kamar sendirian dengan harga yang sama

***

Trekking Day 6 : Dovan to Jhinu Danda

Dovan ke Jhinu Danda butuh 6 jam, jadi mulai jalannya jangan siang-siang amat. Di Jhinu ini ada hot spring, kurang lebih 20 menit dari area guest house. Hot spring-nya persis di pinggir sungai, jadi siap-siap nanjak untuk balik ke guest house setelah mandi air panas. Saya menginap semalam di Jhinu karena kaki sudah semakin lemas untuk mengejar Siwai.

***

Trekking Day 7 : Jhinu Danda to Siwai then to Pokhara

Dari Jhinu ke Siwai kurang lebih jalan 3 jam, setelah itu ada 3 pilihan. Naik jeep ke Nayapul, naik bus (yang ngetemnya lama), atau langsung naik taksi sampe hotel di Pokhara. Di Siwai negonya lebih mudah untuk dapet taksi murah, karena kalo taksinya gagal dapet penumpang ya balik kosongan. Saya kemarin berhasil nego hingga Rs 2.000 (Rp 260.000)!

***

Summary:
Day 1 : Siwai (1100 mdpl) to Chomrong (2300 mdpl) 6 hrs
Day 2 : Chomrong to Dovan (2600 mdpl) 6 hrs
Day 3 : Dovan to Deurali (3200 mdpl) 4 hrs
Day 4 : Deurali to ABC (4130 mdpl) 5 hrs
Day 5 : ABC to Dovan (6 hrs)
Day 6 : Dovan to Jhinu Danda (6 hrs)
Day 7 : Jhinu Danda to Siwai (3 hrs)

Total distance from Siwai to ABC : 60+ km.

(Untuk biaya per hari saat trekking, saya menganggarkan Rp 250.000 sudah termasuk penginapan, makan 3 kali, dan isi air minum. Jadi untuk 7 hari trekking, 2 juta rupiah sudah cukup. Lho kok 2 juta bukan 1,75 juta? Ya kali aja pengen beli Raksi buat anget-anget.. Hohoho..)

Well, sekian tulisan saya tentang solo trekking ke Annapurna Base Camp. Semoga bermanfaat, dan kalo pengen nanya-nanya bisa komen langsung di sini, bisa via email (regy@yahoo.com), atau whatsapp.

Namaste.

Advertisements
  1. Komen apa ya???

    Like

    Reply

  2. Mase dive master pinter sing nulis.. Dibaca enak..

    Like

    Reply

  3. […] Detail perjalanan dari hari ke-empat hingga trekking lanjut ke sini ~> Solo Trekking Annapurna Base Camp Part 2 […]

    Like

    Reply

  4. […] bir dingin. Kalo mau lebih hemat, bisa dipress di budget nomer 8 (baca dulu tulisan ABC part 1 dan part 2 ya). Jangan dipress di yang lain, misalnya budget makan dihemat dengan bawa indomie dari dapur […]

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisements
%d bloggers like this: