Nemo si Badut Laut

Sejak meledaknya film “Finding Nemo” tahun 2003, ikan ini lebih dikenal dengan nama “Nemo” daripada nama aslinya: Clownfish/Anemonefish. Gara-gara itu juga, semua ikan yang tinggal di anemon dengan ciri-ciri fisik yang mirip Nemo ya disebut Nemo. Padahal belum tentu. Bisa saja ada yang bernama Slamet atau Tifatul.

Nemo (Amphiprion ocellaris) datang dari sub-family Amphiprioninae. Iya namanya ribet kayak kamera itu. Sub family ini membawahi segala jenis clownfish yang bersimbiosis mutualisme dengan anemon sebagai rumahnya. Ada 30 jenis Amphiprioninae yang sudah tercatat, dan tidak menutup kemungkinan masih ada jenis lain lagi yang belum ditemukan.

Satu Rumah Cowok Semua

Semua clownfish terlahir sebagai laki-laki. Lalu, bagaimana mereka bereproduksi? Dengan berganti kelamin! Biasanya kepala rumah tangga adalah yang badannya paling besar, dan dialah yang akan berubah menjadi wanita. Tapi skill ganti kelamin ini hanya bisa dilakukan sekali saja. Ketika seekor clownfish sudah memutuskan jadi wanita, dia tidak akan bisa kembali lagi menjadi laki-laki. Kalo wanitanya mati, akan ada lelaki lain yang menggantikan posisi sekaligus kelaminnya.

“Mama mana pa?”
“Mama pindah ke anemone di surga, nak.”
“Kenapa pa kenapa??”
“Karena badan mama tinggal setengah. Semalam kepalanya dimakan Barakuda..”
“Huhuhuhu..”
“Sudah sudah jangan sedih. Papa sekarang akan menjadi mama kalian.”
“Hah? Horeeee! Eh tapi pa, siapa yang akan jadi papa kalo papa jadi mama?”
“Tifatul!”
“Ya pa?”
“Kamu anak tertua. Mulai sekarang kamu akan menggantikan posisi papa.”
“Wah.. Baiklah pa.”
“Sebagaimana papa yang akan belajar untuk bertelur, maka kamu juga harus belajar satu hal baru.”
“Apa itu pa?”
“Membuahi papa.”

Kampret banget dialog ini.

Fotogenic

Mungkin karena dia pernah main film, ikan ini jadi fotogenic. Kombinasi warna dari corak tubuh dipadu dengan anemonnya membuat foto clownfish selalu menarik perhatian. Itu sebabnya setiap kali ada lomba foto underwater ada saja foto clownfish yang jadi juara. Lomba foto di Parigi, Sulteng, bulan Agustus yang lalu, dua foto clownfish berhasil menjadi juara. Saya juga pernah mendapat rejeki dari ikan badut ini. Tahun 2012 saat mengikuti lomba foto underwater Sail Morotai, atas saran Wewe, saya memasukkan dua foto clownfish untuk dinilai juri. Eh, salah satunya malah jadi juara pertama untuk kategori kamera pocket :D

Sejak itu, setiap kali menyelam dan melihat clownfish saya selalu melipir sebentar dari rombongan untuk motret. Tapi jangan harap kita bisa memotretnya dengan prinsip “menunggu pose yang tepat.” Gerakan mereka terlalu cepat dan liar. Mereka suka joged-joged tanpa koreografi dan tidak bisa ditebak arahnya kemana. Yang bisa kita lakukan hanya mengatur komposisi foto dengan menempatkan anemon dalam frame yang tepat, lalu jepret setiap kali melihat clownfishnya masuk frame. Kalo beruntung, kita bisa dapat foto bagus. Biasanya sih dari lima jepretan ada satu lah yang oke. Jangan kebanyakan juga jepretnya kalo pake strobe. Dia bukan Johan Budi yang matanya sudah terbiasa dengan lampu kilat.

Ini foto-foto clownfish dari beberapa diving spot yang pernah saya kunjungi. Saya menggunakan kamera Canon Powershot G12 dan Olympus OMD EM5.

Amphipiron akallopisos. Saya menyebutnya "Nemo Ang." Kalasey - Manado. Canon G12, internal flash, speed 1/60, f/8, ISO 200.

Amphiprion sandaraeinos atau skunk clownfish. Saya menyebutnya “Nemo Avatar.”
Kalasey – Manado. Canon G12, internal flash, speed 1/60, f/8, ISO 200.

Amphipiron ocellaris alias Nemo. Bunaken - Manado. Canon G12, internal flash, speed 1/1000, f/8, ISO 100.

Amphipiron ocellaris alias clown anemonefish. Ini yang namanya Nemo.
Bunaken – Manado. Canon G12, internal flash, speed 1/1000, f/8, ISO 100.

Amphipiron ocellaris . Alor - NTT. Olympus OMD EM5, dual strobe, speed 1/250, f/6, ISO 200.

Clown anemonfish.
Alor – NTT. Olympus OMD EM5, dual strobe, speed 1/250, f/6, ISO 200.

Nggak tau ini anemonefish jenis apa. Anemone City - Alor. Olympus OMD EM5, dual strobe, speed 1/180, f/8, ISO 200.

Barrier reef anemonefish.
Anemone City – Alor. Olympus OMD EM5, dual strobe, speed 1/180, f/8, ISO 200.

Keluarga kecil Nemo. Ketahuan kan yang mana Ibu RT-nya? Canon G12, internal flash, speed 1/250, f/8, ISO 200.

Keluarga kecil Nemo. Ketahuan kan yang mana Ibu RT-nya?
Mike’s Point – Raja Ampat. Canon G12, internal flash, speed 1/250, f/8, ISO 200.

Skunk clownfish. Gorontalo. Canon G12, internal flash, speed 1/500, f/8, ISO 200.

Skunk clownfish, Gorontalo. Canon G12, internal flash, speed 1/500, f/8, ISO 200.

Skunk clownfish, Gorontalo. Canon G12, internal flash, speed 1/500, f/8, ISO 200.

Pink skunk clownfish, Lembeh.
Canon G12, internal flash, speed 1/500, f/8, ISO 200.

Foto yang membuat saya balik modal beli kamera dan housingnya :D<br /> Morotai - Maluku Utara. Canon G12, internal flash, speed 1/250, f/8, ISO 100.

Foto Nemo yang membuat saya balik modal beli kamera dan housingnya :D
Morotai – Maluku Utara. Canon G12, internal flash, speed 1/250, f/8, ISO 100.

Anemone City - Alor! Ini adalah kompleks permukiman Nemo terbesar di Indonesia bahkan mungkin dunia. Berbagai jenis anemone dan penghuninya terhampar luas di diving spot ini. Olympus OMD EM5, speed 1/125, f/8, ISO 200, dual strobe.

Anemone City – Alor! Ini adalah kompleks permukiman clownfish terbesar di Indonesia bahkan mungkin dunia. Berbagai jenis anemone beserta penghuninya terhampar luas di diving spot ini.
Olympus OMD EM5, speed 1/125, f/8, ISO 200, dual strobe.

Fun Facts!

1. Semua clownfish terlahir sebagai jantan.
2. Clownfish menghasilkan lendir di sekujur tubuh untuk membuatnya kebal dari sengatan tentakel anemone.
3. Clownfish adalah pemakan daging. Biasanya mereka memakan alga, sisa mangsa anemone atau bagian tubuh anemone yang rusak.
4. Umur rata-rata clownfish adalah 6-8 tahun, tapi ada yang bisa hidup sampe 10 tahun lebih berkat rajin olahraga dan menghindari kolesterol.
5. Nama Latin clownfish ribet? Belum apa-apa. Di Rusia, namanya adalah Obyknovennaya rybka-kloun x))
6. Tifatul goblok.

Advertisements

7 thoughts on “Nemo si Badut Laut

  1. Pingback: Permen Bawah Laut | Traveljinx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s