Olympus OM-D E-M5, Kamera Mirrorless Super Cepat Sekaligus Super Ribet

OMD_solo

Keren ya? Tampangnya retro dengan body yang kokoh, tidak ada kesan “kamera plastik” seperti DSLR entry level bahkan semi-pro. Tapi yang paling membuat saya kagum dengan kamera ini adalah autofocus-nya yang gilak, super cepat dan tidak berisik! Untuk kamera mirrorless, barangkali doski juaranya khusus urusan cepet-cepetan focusing. DSLR aja bisa kalah kok. Dalam kondisi gelap pun, autofocusnya tetep aja kenceng dan nggak pernah meleset.

Keuntungan lain untuk saya, kamera ini siap dibawa nyelam karena Olympus juga memproduksi underwater housing beserta lens port, dome, dan perintilan-perintilan lainnya. Tentunya dengan harga yang bikin dompet merana, tapi paling tidak masih lebih murah dari housing keluaran merk lain kayak Ikelite atau Nauticam. Ini didukung juga dengan seal weatherproof yang dipasang di setiap sambungan dari bagian kamera, jadi jangan kuatir kalo kameranya kepercik air. Aman.

1509280291273128

Nah, sesuai judul tulisan ini, kekurangan paling besar dari OMD adalah: RIBET. Asli ribet, menunya membingungkan dan tidak terstruktur dengan baik, beda dengan menunya Nikon atau Canon yang sangat mudah dipahami tukang foto amatiran seperti saya. Waktu mau beli dan lihat sistem menunya, kesan ribet itu memang sudah ada. Tapi saat itu saya optimis dengan asumsi, “Ah nanti juga lama-lama terbiasa. Menu Nokia pisang juga awalnya ribet kok.” Ternyata saya salah. Padahal, dari namanya saja harusnya saya sudah bisa memprediksi. Kurang ribet apa lagi coba nama Olympus OM-D E-M5? Entah apa visi misi mereka ngasih nama produknya kayak nama robot gitu.

omd menu

Menu yang ribet ini bagi saya menyusahkan saat harus mencari settingan yang tepat untuk berbagai macam kondisi pemotretan. Saya harus mencari sangat dalam demi menemukan, misalnya, settingan flash atau custom white balance. Kalo pun yang saya cari berhasil saya temukan, bukan berarti saat berikutnya mau diutak-atik lagi bisa ditemukan dengan mudah. Tetep aja harus nyari-nyari lagi.

Satu lagi yang jadi masalah, warna foto dari kamera ini cenderung kehijauan. Entah saya dapet bad copy atau belum berhasil menemukan settingan yang pas, masalah ini sampai sekarang belum berhasil saya atasi dan membuat saya frustrasi. Di darat aja warna kehijauan itu nampak jelas, apalagi underwater. Saya sudah mencoba meng-copy settingan dari temen saya yang pake OMD juga, tapi gagal. Ini beberapa contohnya:

That greeny look :| Nusa Penida, Bali. Foto tanpa retouch

That greeny look :|
Nusa Penida, Bali. Foto tanpa retouch

Fainemo, Raja Ampat. Seperti ada layer hijau dengan opasitas 15% di atasnya

Hasil foto dari Olympus OMD (kiri) vs Fuji X100s (kanan). Dua-duanya disetting Auto. Pilih mana?

Hasil foto dari Olympus OMD (kiri) vs Fuji X100s (kanan). Dua-duanya disetting pada mode Auto. Pilih mana?

Oh iya, masih ada satu lagi, kualitas videonya kurang memuaskan. Full-HD sih, tapi banyak detail yang hilang bahkan cenderung pixelate saat mengambil objek bergerak dengan background yang kontras (shadow-highlight). Video di bawah ini saya buat dengan OMD, editing menggunakan iMovie. Bukan karena compression atau editingnya yang ngawur ya (memang sih saya bukan profesional), tapi “bahan mentahnya” emang begitu hehehe..

Kesimpulan

Olympus OMD bukan kamera jelek sih. Kadang kala hasilnya memuaskan, tapi saya lebih sering dibuat kesel. Buat saya, kamera itu makin canggih harusnya makin mudah pakainya. Saya bukan penganut mode M (Manual) kecuali kalo lagi motret underwater. Saya lebih banyak pakai mode P (Pemula) atau A (Amatir), ISO menyesuaikan.

So, buat dibawa jalan-jalan saya tidak akan merekomendasikan kamera ini. Untuk motret di darat, sebaiknya pilih Fuji X100s saja dengan harga yang kurang lebih sama. Saya tidak pernah kecewa dengan Fuji hehehe.. Kalo untuk underwater, apabila menginginkan sistem kamera yang ringkas karena DSLR terlalu berat dan besar, Sony RX100 mungkin bisa jadi pertimbangan.

Cheers! :D

Advertisements

20 thoughts on “Olympus OM-D E-M5, Kamera Mirrorless Super Cepat Sekaligus Super Ribet

  1. :D Kebetulan daku pemakai Olympus tapi yg seri PEN sih. Pemakai Nikon juga..tapi gak bisa make Canon :D malah mikir ribetan Canon daripada Olympus..hahaha
    Emang sepertinya kurang memuaskan ya kalau di lihat hasilnya? Fuji jelaslebih bagus hasilnya.
    Pakai manual setting aja-lah..mungkin itu kunci-nya.

    Like

  2. Ini baru apa ud lama sik kak? Ck. Namanya aja udah ribet kak.. camkan itu. Self note. Cari jodoh juga org yg namanya ga ribet lah. Misalnya wati. Wawan. Dan semacamnya.

    Like

  3. Pingback: Nemo The Clown | Regy Kurniawan

  4. Pingback: Kamera Sapu Jagat: Fuji X100s ! | Traveljinx

  5. Add facebook gua deh, mungkin kita bisa diskusi soal masalah ini. Add juga instagram gua @rifkynurdy, disitu banyak foto make olympus epl-5

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s