Memilih Rental Mobil Murah di Bali

Saya suka Bali.

Selain alasan-alasan klise seperti keindahan alam, budaya, dan kearifan lokalnya, saya punya alasan simpel lain yang membuat saya gembira saat ke Bali kemarin.

Yang pertama, saya bisa jalan-jalan di keramaian pake kaos buntung dengan botol bir dingin dalam genggaman tanpa ada yang menatap jijik, seolah sedang melihat Roy Sukro lewat.

Yang kedua, Bali adalah rajanya rental mobil murah! Sebagai turis yang senang road trip, ini penting. Saya kurang suka sewa motor, kalo di tengah jalan bannya kempes ribetnya minta ampun, gak bisa ganti sendiri. Buat jalan jauh juga bikin pegel pinggang. Belum lagi kalo kehujanan. Terus sempaknya ikut basah. Bisa-bisa biji saya malah masuk angin.

Awalnya saya mengira rental mobil di Bali sama lah ya dengan harga di Jakarta atau bahkan lebih mahal. Asumsi saya berdasarkan informasi dari Pak Sukri, katanya dia pernah ke Bali selama tiga hari untuk studi banding kampusnya dan mereka harus mengeluarkan uang pribadi untuk membayar kekurangan sewa mobil. “Padahal kita gak nyewa mobil mahal loh mas, kita cuma nyewa Super Kijang,” katanya meyakinkan saya. Saya percaya saja karena Pak Sukri itu orang baik, kemarin waktu Pilpres dia milih Jokowi.

Setelah browsing-browsing saat mempersiapkan itinerary, eh ternyata harga rental mobil di Bali murah banget, sampe yang sehari 100 ribu pun ada. Pak Sukri bohong, huh, pasti Munkar dan Nakir sudah mencatat dosanya itu.

Saya segera mencari perusahaan rental yang terlihat bonafid dari font yang digunakan untuk header website-nya, setidaknya bukan Comic Sans apalagi Wingdings. Ketemulah sebuah website ber-font Papyrus yang menjajakan mobil rentalnya dengan harga paling murah dibanding yang lain.

Dari beberapa mobil yang ditawarkan, pilihan saya jatuh ke Suzuki Karimun Estilo. Versi Karimun standar tanpa Estilo sebenarnya lebih murah, tapi saya kurang suka bentuknya. Wajahnya mirip wajah kodok raksasa yang mulutnya abis ditendang Sandy Najoan. Keren sekali dia di sinetron Sengsara Membawa Nikmat.

Setelah kontek-kontekan dengan seseorang bernama Contact Person, kesepakatan pun tercapai, dan saya cukup mentransfer 100 ribu sebagai panjar, sisanya setelah mobil selesai dipake. Jaminan saat peminjaman nanti cukup NPWP. KTP dan SIM A cuma dipake untuk mencocokkan data saja. Bukan main bisnis ini, mempercayakan mobilnya kepada orang asing dengan jaminan sebiji kartu NPWP doang. Ini pertama kalinya saya merasa kartu NPWP saya berguna.

Jadi kesimpulannya adalah:

Saya puas. Mobil yang saya pakai kondisinya masih bagus, AC-nya dingin dan gak bau, kabinnya juga bersih tanpa debu. Pertama kali memasuki mobil itu, saya merasa damai. Saya yakin mobil ini termasuk mobil yang berpendidikan baik dan rajin beribadah. Beruntunglah pemiliknya.

Tips dari saya, kalo mau ngerental mobil di Bali untuk seminggu atau sebulan misalnya, SEWALAH KARIMUN ESTILO. Serius. Pertimbangannya?

KECIL, bisa nyelip-nyelip di jalan raya. Tapi jangan kira dalamnya sempit, lega kok. Cukup lega untuk menampung dua orang di row depan dan tiga orang sahabat baik di row belakang. Kalo gak bersahabat, muatnya cuma dua. Kalo dipaksa bertiga depet-dempetan tanpa adanya kedekatan emosional serta kerelaan bersentuhan kulit satu sama lain, nanti awkward moment akan tercipta, dan perjalanan pun jadi kurang seru.
Oya, bagasinya bisa muat 2 koper jumbo, 1 koper standar, 2 backpack 40 liter, 1 backpack 30 liter, 1 gearbag diving, dan 12 botol minyak kelapa lokal dari Nusa Penida. Minat PM.

SEWANYA MURAH. Yup, per hari sekitar 140-150 ribu, paling murah dibanding mobil lain yang sekelas kayak Ayla atau Splash. Bahkan bisa lebih murah lagi kalo negonya tegas dan berpendirian. Kalo mau yang lebih murah lagi, masih ada Suzuki Katana. Apa? Gak tau Katana? Itu mobil yang sangat trendy tauk, 20 tahun yang lalu.

SUPER IRIT. Asli. Saya menerima si Estilo dari pemilik rental dalam keadaan bensin hampir kosong. Indikator bensinnya udah kedap-kedip. Kampret banget kan? Udah gitu si orang rentalnya gak ramah pulak, pelit senyum dan potongan rambutnya kurang bergaya pria masa kini. Satu-satunya yang membuat saya memaafkannya adalah cara dia menyerahkan kunci mobil kepada saya.

Ibu saya pernah berkata, “Regy, anakku, memberi itu lebih baik daripada menerima. Ingat, tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.”

Pesan ibu sungguh membekas di ingatan saya, sehingga ketika dia menyerahkan kunci mobil dengan posisi tangan di atas tangan saya, mata saya berkaca-kaca dan hati ini bergetar haru. Saya mengucapkan terima kasih kemudian mengusirnya pulang karena kami sudah lapar. Kami mau makan malam sekalian jalan-jalan di Kuta.

Untungnya nyari pom bensin di Bali tidak susah meskipun jumlahnya tak sebanyak Indomaret atau outlet Rip Curl. Kapasitas tangki bensin mobil ini 30 liter, jadi dengan 200 ribu, tangki bensinnya langsung terisi penuh. Ajaibnya, setelah digunakan selama 6 hari dengan total jarak tempuh 500 km lebih, bensinnya masih sisa 5 liter broh!

Eh jangan sepele ngana, 5 liter itu masih cukup buat jalan 100 km lagi, karena rasio penggunaan bahan bakarnya dengan jarak tempuh adalah 1:20, 1 liter untuk 20 km.

Kalo gak mau rugi karena kelakuan rental yang ngasih mobil dengan bensin tipis, beli aja selang kecil buat nyedot bensin. Terus bensinnya masukin ke jerigen. Terus tutup rapat, kasih seal karet, bawa pulang deh buat oleh-oleh keluarga di rumah.

“Apa buah tangan yang kau bawa itu nak?”
“Bensin Bali Ma.”
“Subhanallah!”
Sujud syukur.

Satu-satunya kekurangan dari mobil ini adalah persnelingnya manual. Kalo lagi nyetir, kaki kiri lo gak bisa santai, gak bisa dinaikin ke dashboard atau dikeluarin lewat jendela mobil untuk diangin-anginkan. Begitu juga tangan kiri lo, harus selalu siaga di tongkat persneling. Kedua kaki dan kedua tangan harus bekerja, kiri dan kanan. Dua adalah satu, dan satu adalah dua. Itulah inti dari nitōichi, atau Gaya Dua Pedang ciptaan Miyamoto Musashi. Jadi menyetir mobil manual adalah bagian dari menempuh Jalan Pedang, jalan yang penuh hambatan dan cobaan. Entahlah yang dimaksud itu Jalan Pedang atau Jalan Sudirman jam 6 sore.

So, kalo mobil manual bukan masalah buat lo, maka Karimun Estilo lah pilihan terbaik. Ingat, matic harga sewanya lebih mahal 20%. Lagi pula, REAL MAN USE THREE PEDALS because two pedals lebih mahal sewanya. REAL MAN IS IRIT. Ok?

SEKIAN.

Advertisements

25 thoughts on “Memilih Rental Mobil Murah di Bali

  1. Bali emang surganya rent car murah ya. Aku pernah di Bali 2 minggu trus rental karimun jg dgn harga 110rb / hari. Karena lbh dari seminggu, di minggu keduanya cm 100rb. Terakhir pas tahun baruan di Bali mau ngerental di Bli itu lagi eehhh rentalnya udah tutup alias “saya udah gulung tiker, Mbak” :\
    Sepertinya aku bakal teror kamoh buat minta cp-nya rental ini, buat Nov nanti hahahahahahaa,,

    Aku juga orang baik, fyi. Karena aku milih Jokowi.

    Like

  2. ((( Sandy Nayoan ))).. Ketauan deh angkatan lama. hahhahaha
    Kocak nih gaya penulisannya. Niat cuma pengen liat review rental mobil di Bali eh jadi baca-baca postingan lainnya :)))

    Like

  3. yang ini kampreeett bangedd. apa hubungannya coba pak sukri orang baik pada saat pemilu milihnya jokowi. wkwkwkk
    trs ngoleh2in emaknya bensin.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s