Mongol Memang Stress! (Standup Show @StandupIndoJBI)

Tagline andalan Mongol x))

Tagline andalan Mongol x))

SAKIT.

Mongol sakit.

Rahang saya juga sakit.

Sakit gara-gara ketawa non-stop di acara “Sepucuk Jambi Seribu Tawa” yang diadain komunitas Standup Comedy Jambi (@StandupIndoJBI) di hotel Ceria barusan. Acara ini punya misi penggalangan dana bagi YPKAI (Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia) / @YPKAI_C3, sebuah yayasan amal untuk membantu anak-anak penderita kanker di Indonesia yang didirikan oleh Pandji Pragiwaksono dan kawan-kawannya. Dan selesai acara itu saya buru-buru balik ke hotel buat nulis, sebagai bentuk apresiasi atas tawa yang dipersembahkan oleh para comic seperti pada Standup Special @ernesprakasa di GKJ yang lalu.

Sebelum sang penampil utama naik panggung, comic-comic lokal Jambi memberikan suguhan pembuka yang luar biasa. Bukan hanya standup, tapi ada juga komedi sulap hingga komedi ala OVJ. Walaupun materi-materinya diselingi dengan candaan lokal Jambi, tapi berhasil membuat saya, yang notabene orang luar, ngakak abis seperti penonton lainnya. Salut buat para opener, great performance!

Komedi mejik

Komedi mejik nelan balon panjang. Saya masih penasaran kemana perginya balon itu, jadi titit kedua kali.

Opera Van Jambi

Opera Van Jambi

Hampir 2 jam para comic lokal bergantian mengisi panggung, saya sampe lupa ada berapa orang saking banyaknya. Saat urat ketawa saya tertarik makin kencang dan hampir putus, naiklah si dia yang ditunggu-tunggu, MONGOL STRESS. Comic stress dengan persona yang sangat khas: NGONDEK.

Ini adalah kali kedua sayanonton Mongol live. Yang pertama adalah saat Mongol menjadi bintang tamu pada final Street Comedy II tahun lalu, dan panggung bergetar hebat dibuatnya. Sebenarnya Mongol sangat sering tampil di TV, tapi saya tidak pernah menilai performa seorang comic di TV karena bedanya sangat jauh dengan menonton live. Karena itu, begitu tahu kalo hari ini, 17 Maret 2013, ada shownya Mongol di Jambi (dan kebetulan saya lagi ada kerjaan disini), saya langsung membeli tiketnya lewat Hari (@harri_acim), salah satu anggota komunitas Standup Jambi.

Mongol adalah comic dengan materi “blue.” Bagi orang yang baru pertama kali menyaksikannya pasti akan terkejut dengan keberaniannya membawakan bit-bit tentang homo, porno, hingga SARA dengan santai tanpa merasa berdosa. Mungkin banyak pula yang gerah, tapi, sudahlah. Ini komedi. Jangan menonton Mongol kalo tidak siap dengan serangan bitnya untuk wilayah sensitif itu. Saya sendiri sempat dikerjainya diatas panggung, tapi saya nggak mau cerita. Hahahahaha.

Mongol yang stress :|

Mongol yang stress :|

Respon penonton begitu Mongol naik panggung? Pecah sebelum punchline meluncur. Gaya berjalannya yang “ngondek” sudah membuat penonton terbahak, dan dia dengan rela membuka diri untuk ditertawakan sepanjang show. Penampilannya seperti biasa, kaos v-neck dengan jeans ala Pasha Ungu dan untaian kalung emas di leher. Lengkap dengan gaya bicara khas Mongol yang selow dan “kebencongan.” Apa pulak istilah itu.

Mongol membuka rentetan bit-nya dengan materi tentang homo.

“Semua yang original itu ada KW-nya. Tas ori, ada KW-nya. Sepatu ori, ada KW-nya. Cowok? Ada ori ada KW juga. Hahahaha..”

Penonton tergelak.

“Kalian tau gak cara membedakan cowok ori dan KW? Liat aja cowok ganteng, kalo dia jomblo, berarti homo.”

Tawa langsung pecah. Bit demi bit kemudian mengalir lancar tanpa putus, dengan bridge yang menurut saya sangat halus. Ini menunjukkan bahwa jam terbang memang nggak bisa bohong. Seorang penonton VIP yang duduk paling depan pun tidak luput dari riffing.

“Eh cuy, elu cowok kok duduknya gitu? Cowok tuh duduknya ngangkang, bukan dijepit. Ketahuan biasanya bawa Scoopy, bukan motor laki kayak Tiger, hahahahaha..” Dan bit ini diluncurkan lengkap dengan peragaan orang naik motor, kampret banget emang.

Mongol juga menyelipkan sebuah pesan moral untuk para lelaki.

“Ukuran alat kelamin itu gak penting, yang penting durasinya sob. Jangan sombong kalo ukuran lu besar, dan jangan minder kalo ukuran lu cuma ala kadarnya.” (Ala kadarnya, hahahaha tai banget.) Dia lalu menceritakan tentang titit gajah yang panjangnya puluhan sentimeter tapi hanya beranak satu seumur hidupnya, lalu membandingkannya dengan titit tikus yang ‘sangat ala kadarnya’ tapi beranak puluhan. “Lu mau tau yang lebih penting daripada ukuran? Durasi. Hahahahaha…”

Observasinya kemudian berlanjut di toilet pria.

“Lu perhatiin deh di toilet cowok. Yang ukurannya gede, pipisnya jauh dari pispot (maksudnya urinoir, tapi disinilah kejelian Mongol memilih istilah. Pispot terdengar lebih lucu daripada urinoir) biar orang-orang sekitar bisa liat punya dia gede.”

Penonton terbahak-bahak menyaksikan peragaan pipisnya.

“Nah, yang tititnya kecil? Lu liat aja cowok yang kalo pipis suka nempel-nempel di pispot sampe celananya basah. Itu pasti tititnya kecil.”

Pecah. Dan seterusnya Mongol menghantam penonton selama satu jam hingga ditutup dengan bit terakhir tentang lagu anak-anak. Ini bit klasik yang sudah sering saya denger, tapi delivery-nya tetap berhasil membuat saya ngakak sampai rahang pegal.

Standing applause pun menyambut salam penutup dari comic stress nan ngondek bin ajaib ini. LUAR BIASA!

***

Sebenarnya masih ada acara lelang kaos bertanda tangan Mongol dan lelang uang kertas kuno, tapi saya sudah pulang duluan karena ada sesuatu yang harus dikerjain. Di jalan, sesekali saya tertawa kecil mengingat bit-bit para comic tadi. Salut untuk komunitas StandupIndo Jambi atas acaranya yang sukses ini. Sebagai penonton, saya sangat puas. Hehehe.

Viva la komtung!

Advertisements

10 thoughts on “Mongol Memang Stress! (Standup Show @StandupIndoJBI)

  1. Sebenarnya gue udah niat pulang sehabis komika lokal nampil. Takut nggak dapet angkot.
    Tapi karena waktunya masih cukup n masih setengah bengong, gue akhirnya tetep nonton sampai Mongol.

    Asli.
    Nggak Nyesel!
    Beberapa kali gue banting koran di pangkuan gue karena bit-nya bocor gila…

    Pulangnya gue baru sadar kalau gue melakukan kesalahan:
    Setelah gue ibadah di gereja, gue justru ngetawain yang salah di gereja.

    True Story

    Tapi lebih nggak kebayang kalo gue beneran pulang sebelum Mongol

    :D

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s