Jendela untuk Sahabat Kecil Manusela

Berawal dari Manusela…

Setapak Aksara

Pagi itu saya dan Dharma di beri kesempatan untuk mengajar murid SD YPPK Manusela Seram Utara. Gedung sekolah yang berada bersebrangan dengan rumah baparaja, tempat kami menginap, kami datangi saat anak-anak sudah mulai berdatangan meski pagi itu hujan menguyur desa ini.

SD YPPK Manusela


Sebelum masuk ke sekolah, pagi buta, sekitar pukul 6.00 WIT travel mate saya, Dharma menemani Billi (7th) murid kelas 2 di sekolah ini mengibarkan bendera. Hari itu senin. Tapi tidak ada upacara bendera seperti senin-senin pada umumnya. teryata memang di sekolah itu tak pernah ada upacara bendera. Alasanya karena guru hanya ada satu.

Ya, di SD yang mempunyai total murid sekitar 60 anak dan 6 kelas itu hanya di ampu oleh 1 guru saja. Yuli Lilihata lah yang mendedikasikan tenaga dan pikirannya untuk mengajar murid-murid itu. Sudah 5 tahun beliau menjadi pengajar disekolah yang di bangun 1987 saat Opression Rely masuk ke Maluku. Beliau bukan guru…

View original post 1,309 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s