Lunch atop a Skyscraper

Beberapa hari lalu muncul sebuah foto keren di grup facebook “HSE” atau “Health, Safety, and Environment.” Foto ini memperlihatkan 11 orang yang sedang istirahat siang sambil mengobrol santai diatas skyscraper! Sekilas, foto itu membuat nyali menciut. Bagaimana tidak, mereka makan siang di ketinggian tanpa terlihat menggunakan pengaman sama sekali. Para member grup itu kemudian mulai mengomentari foto tersebut dengan gaya sok tahu dan sok bijaksana-nya.

“hmm………………..apa ya,semua PPE dah di pakai cuma unsafe act aja,ngapain juga duduk disitu sambil ngopi,masih banyak tempat yg lainnya koq”

“unsafe act nya kaco…hahahaha”

“wah berasa ga apa2 ya itu? padahal kan mrka tahu it unsafe action. Mgkin perlu diajari lg, biar paham betul safety dalam bekerja.”

“Iya berpengalaman tapi kalu sudah kejadian habis dia alias death..inilah org2 yg tdak pduli akan keselamatanya sndiri…”

Dan beberapa komentar lain yang senada. Familiar dengan model komentar-komentar seperti ini? Ya, khas banget. Mengomentari sesuatu tanpa mengetahui secara jelas tentang latar belakangnya. Rame-rame berkomentar tanpa berusaha untuk mencari tahu dulu itu foto apa.

Foto “Lunch atop a Skyscraper” diatas adalah “remake” dari versi originalnya yang dibuat di New York pada tahun 1932 oleh fotografer bernama Charles C Ebbets. Dalam foto originalnya terlihat 11 orang sedang makan siang di ketinggian 240 meter sambil mengobrol tanpa pengaman. Bahkan, di ujung kanan salah satu pekerja sedang memegang botol whisky! Kenapa foto ini bisa menjadi begitu terkenal? Karena foto tersebut, selain kualitas teknisnya yang luar biasa, bercerita pada masa itu orang bersedia melakukan pekerjaan apa pun akibat depresi tanpa mempedulikan keselamatan diri sendiri. Versi lain menyebutkan bahwa foto itu sebenarnya bertujuan untuk mempromosikan gedung pencakar langit baru milik Rockefeller Center, lokasi dimana foto tersebut diambil.

Michael Crompton menciptakan “versi 2011”-nya di London, tepatnya di Heron Tower yang saat ini menjadi gedung ketiga tertinggi di London. Yap, foto konsep yang disiapkan dengan matang dan menyesuaikan dengan kondisi terkini. Topi pekerja telah berganti helm, lengkap dengan jaket dan safety boots (oh ya, tanpa whisky tentunya). Selain itu, semua pekerja menggunakan harnest atau pengaman, yang memang dibuat tidak terlihat dalam fotonya. Jadi seandainya ada salah satu model yang jatuh ditabrak naga terbang, dia hanya akan tergantung disitu, di ketinggian 230 meter. Sebuah karya “remake” yang menurut saya menarik, karena telah mengalami modernisasi dan membawa kita melintasi labirin waktu dari 1932 hingga masa kini. Perhatikan wajah para pekerja di kedua foto tersebut, maka akan terasa perbedaan kondisi kehidupan masa lalu dengan masa kini. Yang sama hanyalah keakraban yang terasa sangat kuat diantara sesama pekerja.

Ngomong-ngomong, dilihat dari judulnya “Lunch atop a Skyscraper”, yang lagi lunch mana sih?

Advertisements

One thought on “Lunch atop a Skyscraper

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s