RIP, Drakohi…

Waiwo, 6 November 2011

Kami masih terlelap dengan pulasnya pagi itu. Matahari pagi pun masih bersembunyi di timur. Tiba-tiba,

“REGY, AUDREY, DIANA, BANGUN CEPETAN..!!” Mbak Suwasti muncul di depan pintu kamar kami, terlihat gagah dia dengan topi koboi dan sepatu baletnya. Air mukanya tegang, matanya berkaca-kaca, tubuhnya gemetar. Jangan-jangan dia kebelet boker!
“Ada apa mbak?” Tanya Audrey sambil mengucek-ngucek mata Diana.
“Drakohi, sepertinya terjadi sesuatu dengannya. Pagi ini dia tidak senam pagi seperti biasanya”
“HAH? Serius mbak??” Saya panik dan segera bangun, mengambil kotak P3K dari dalam carrier lalu segera keluar kamar menuju kandang Drakohi diikuti Audrey dan Diana yang saling balas kucek-kucekan mata.

Drakohi adalah seekor naga dengan ukuran segede mobil box yang bisa terbang. Bentuknya mirip kura-kura tapi dia bisa mengeluarkan bola api jadi dia tetap keren. Kami terbang bersama Drakohi sejak dari Jakarta hingga tiba di Waiwo tempat kami akan diving selama 2 hari kedepan. Mbak Suwasti membelinya dari seorang produser sinetron laga dengan harga miring, maklum Drakohi usianya sudah cukup uzur dan sering sakit-sakitan akibat jadwal syuting yang terlalu padat.

Saya tiba di kandang Drakohi lebih dulu dari mereka. Horeeeee menaaaaaanggg ! (Eh…)
Drakohi terbaring lemas tak berdaya seperti habis diperkosa 12 pemuda tak dikenal. Matanya sayu. Napasnya terasa begitu berat. Saya curiga jangan-jangan dia mabok terus kena asma. Saya mendekatinya.

“Kohi.. Lo kenapa?”
“Gak tau nih.. tiba-tiba gue merasa lemas, sejak semalam.. uhuk.. pandangan gue kabur dan pendengaran gue rusak..”
“Lah ini kok bisa denger kata-kata gue?”
“Baca gerakan bibir boy, itu salah satu pelajaran dasar waktu sekolah dulu..”
“Ada obat khusus gak buat sakit lo ini? Udah pernah kayak gini?”
“Obatnya udah abis. Sekarang makin susah ngedapetin obat gue karena bahannya ilegal kata pemerintah.. uhuk.. dulu gue sering terbang ke Aceh buat ngambil stock, tapi sekarang stamina gue gak kayak dulu lagi..”

Men, ini berat. Saya melirik Mbak Suwasti, Audrey, dan Diana yang tidak berhenti menangis meraung-raung disamping Drakohi. Maklum, sejak dari Jakarta Drakohi telah menjadi teman curhat sekaligus konsultasi masalah percintaannya mereka. Dalam situasi itu, tiba-tiba Drakohi memanggil kami semua untuk mendekat.

“Suwasti, Regy, Audrey, Diana, gue tau umur gue cuma sampai hari ini”
Tangisan pun semakin menjadi-jadi.
“Ini pesan-pesan terakhir gue buat kalian, trio kwek-kwek dan agnes monica..”
(Anjrit, kami trio kwek-kwek dan mbak suwasti agnes monica!)
“Lanjutkan perjalanan kalian dengan longboat. Gue udah mengantisipasi hal ini akan terjadi makanya gue udah menghubungi seorang siluman monyed, masih keturunannya Son-Goku juga, untuk mengawal perjalanan kalian. Nanti kalian akan bertemu dengan banyak monster laut, tapi tenang saja, gue akan menurunkan kesaktian gue kepada kalian.. uhuk..”

Seketika 4 bola cahaya keluar dari mulut Drakohi, berwarna merah, ungu, putih, dan yang paling unik berwarna merah muda dengan bentuk buah hati. Ada inisial KH didalamnya. 4 bola cahaya itu masuk ke ubun-ubun kami, saya merah, Audrey ungu, Diana putih, dan Mbak Suwasti lope lope. Saya merasakan ada kekuatan baru mengalir dalam tubuh saya saat itu juga!

“Dengarkan ini baik-baik. Jangan gunakan kekuatan itu dengan sembarangan. Regy, kamu mendapat cahaya merah, artinya kamu memiliki kemampuan untuk membengkokkan sendok. Segala jenis sendok bisa kamu bengkokkan, kecuali centong nasi karena terbuat dari kayu. Audrey, kamu mendapat cahaya ungu, artinya kamu memiliki kemampuan berenang yang lebih hebat dari siapa pun juga. Belum pernah dapet emas PON kan? Dengan ini, emas PON sudah di tangan. Mari kita nyanyikan Indonesia Raya!”

“Woi woi, putih sama lope-lope apa dong?” Tanya Diana dan Mbak Suwasti, kompak.

“Diana, kamu mendapat cahaya putih. Artinya kamu memiliki kekuatan untuk menundukkan nyali orang. Cukup tatap mata mereka, pasti akan menggigil ketakutan. Tapi ingat, jurus ini tidak akan berlaku untuk keturunan Son-Goku, karena mereka tidak punya rasa takut, apalagi rasa malu. Terakhir, Suwasti, kamu mendapat cahaya mermud lope-lope, artinya kamu akan segera menikah dengan pria berinisial KH. Kamu mendapat jodoh, kamu tidak butuh kekuatan atau kesaktian apa pun, jodohmu akan selalu melindungimu. Hanya ada efek sampingnya, yaitu radang usus buntu. Operasi saja. Uhuk uhuk uhuk…”

“DRAKOHI..!!!” Kami berteriak panik melihat batuk Drakohi yang mengeluarkan darah dan kecebong.

“Gue pamit. Senang bisa bersama kalian. Hiks… Good bye, selamat tinggal, adios amigos..!”

“DRAKOHIIIIIIIIIIIIIIII………..”

Drakohi menghembuskan napas terakhirnya di pagi yang sepi itu. Kehilangan yang sangat berat bagi kami semua, karena Drakohi telah menjadi bagian dari tim kami selama berhari-hari. Rest in peace Drakohi, kesaktian ini tidak akan kami sia-siakan.. Adieu!

Di kejauhan, di ujung jeti, terdengar ratapan sedih..
“Aku cinta kamu… Aku sayang kamu…”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s